IPv6 Transparent Layer-2 Bridging di MikroTik merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan ketika MikroTik dengan RouterOS 6.xx.xx tidak memungkinkan konfigurasi IPv6 secara langsung seperti pada versi RouterOS yang lebih baru. Pada skenario tertentu, router utama ZTE tetap menjadi sumber koneksi IPv6 dengan prefix /64, kemudian trafik IPv6 diteruskan melalui MikroTik menggunakan bridge Layer-2, sementara koneksi IPv4 tetap ditangani oleh MikroTik dan menggunakan NAT. Konfigurasi seperti ini dapat menjadi alternatif bagi pengguna IndiHome atau Telkomsel yang ingin mempertahankan jaringan IPv4 dari MikroTik sekaligus memberikan akses IPv6 dari router utama kepada perangkat di jaringan lokal. Penggunaan dual stack IPv4 dan IPv6 juga dapat menjadi pilihan untuk menguji apakah akses ke layanan tertentu, seperti YouTube, Google Maps, atau Google Drive, menjadi lebih baik ketika koneksi IPv6 tersedia.
Konsep IPv6 Transparent Layer-2 Bridging ini cukup menarik diterapkan ketika kebutuhan jaringan mengharuskan IPv4 tetap dikelola MikroTik, tetapi IPv6 ingin diteruskan langsung dari router utama tanpa melakukan routing IPv6 di MikroTik. Tutorial yang disertakan dapat membantu mempraktikkan konfigurasi tersebut secara visual sesuai skenario jaringan yang digunakan, sehingga lebih mudah dipahami dan disesuaikan dengan perangkat masing-masing. Silakan coba tutorialnya, bagikan artikel ini jika bermanfaat, dan ikuti blog ini untuk mendapatkan tutorial MikroTik, networking, IPv6, serta eksperimen konfigurasi jaringan lainnya.
TeknoXpert
Selasa, 15 September 2026